Pengenalan Wajah Komponen Elektronika
Kita ketahui
bahwa komponen radio itu banyak macamnya. Dari tabung
radio yang besar-besar
sampai dengan IC dan dioda
yang kecil-kecil. Untuk mengenal wajah seluruhnya sudah barang tentu
memerlukan waktu lama. Namun dalam tulisan ini akan diperkenalkan beberapa
jenis saja yang banyak digunakan dalam praktek sehari-hari.
Kecuali
bentuk dan namanya, kita akan pelajari pula secara garis besar fungsi,
sifat-sifatnya dan simbol-simbolnya dalam gambar circuit
diagram. Disamping itu setiap komponen elektronik mempunyai ukuran kekuatannya,
ukuran ini dapat dinyatakan dalam berbagai cara, ialah dengan kode huruf, kode
angka dan kode warna.
Kode Huruf, kode Angka dan Kode Warna
Untuk
menuliskan angka yang besar-besar misalnya jutaan, puluhan juta dan juga
menuliskan angka yang sangat kecil misalnya seperseribu, sepersepuluh juta dan
sebagainya akan makan tempat. Terutama penulisan di atas komponen yang kecilkecil
besaran-besaran tersebut sangat sulit untuk dibaca. Untuk mempersingkat, maka
orang mengunakan istilah-istilah yang ringkas dan sekalian kodekodenya yang
berupa huruf.
GIGA (G) = 1.000.000.000
MEGA (M) = 1.000.000
KILO (K) = 1.000
MILLI (m) = 0,001
MIKRO (μ) = 0,000 001
NANO (n) = 0,000 000 001
PIKO (p) = 0,000 000 000 001
Dengan kode-kode
huruf itu kita dapat menuliskan angka-angka panjang menjadi ringkas dan
praktis untuk dituliskan di atas komponen terutama yang kecilkecil, misalnya
1.000.000.000 Cycle cukup ditulis 1Mc, 0,000 000 000 001 Farrad cukup ditlis
dengan 1pF dan sebagainya.
Untuk angka-angka
pecahan dalam teknik radio biasa digunakan pecahan desimal, ialah dengan tanda
baca koma, misalnya satu setengah dituliskan sebagai 1,5 dan sebagainya. Dalam
teknik radio tanda baca koma tersebut diganti dengan huruf singkatan
besarannya, misalnya 1,5 kilo ditulis 1K5, 5,6 kilo dituliskan 5K6 dan
sebagainya. Cara tersebut menguntungkan terutama untuk penulisan pada komponen
yang demensinya kecil sehingga tanda baca koma sukar dilihat dan juga dapat
dengan mudah terhapus.
Disamping
kode huruf, untuk mempersingkat penulisan, dalam teknik radio dikenal juga kodekode
angka. Kode angka ini digunakan untuk menggantikan sejumlah angka nol, misalnya
untuk menyingkat angka 1.200.000 dituliskan sebagai 125. Angka yang terakhir,
ialah angka lima menggantikan sejumlah angka nol yang ada di belakang angka 12.
Cara penulisan semacam ini akan dipergunakan pada kode warna.
Yang
diuraikan di atas adalah penggunaan kode angka 3 digit. Kode angka dapat juga
dituliskan dengan 4 digit, misalnya menuliskan angka 124.000 dapat ditulis
dengan 4 digit, menjadi 1243. Sistem 4 digit ini banyak digunakan pada resistor
dengan toleransi 1%. Penulisan tidak dilakukan dengan angka tetapi dengan kodekode
warna.
Angka dapat
duwujudkan dalam bentuk kode warna, kode ini dapat berbentuk gelang warna
ataupun berupa bundaran yang berjajar. Adapun kode warna itu adalah sebagai
berikut ini.
0 =
Hitam
1 =
Cokelat
2 =
Merah
3 =
Orange
4 =
Kuning
5 =
Hijau
6 =
Biru
7 =
Ungu
8 =
Abu-abu
9 =
Putih
Penggunaan
kode warna ini sangat menguntungkan terutama untuk komponen yang kecil-kecil
karena dengan gelang-gelang warna, angka menjadi mudah terlihat dan tidak
mudah terhapus.
Dowload full artikelnya di SINI
Comments
Post a Comment