Magnet dan Listrik
Magnet
dan listik
Listrik dibuat dapat dibuat dari
magnet (contohnya listrik AC/yg dari PLN) dan sebaliknya magnet juga bisa
dibuat dari listrik.
Prosesnya:
Magnet->listrik
Prosesnya:
Magnet->listrik
kumparan kawat logam diletakkan di antara 2 magnet permanen dengan kutub yang
berbeda
kemudian diputar dengan turbin akan menghasilkan flux magnet yang
menyebabkan beda potensial listrik (Volt). turbin tersebut dapat diputar dengan
air (PLTA), angin atau uap air (PLTU) yang didapat dengan cara memanaskan air
dengan energi panas bumi/nuklir/matahari.
Listrik->magnet
Sebatang logam diletakkan di tengah kumparan kawat logam yang dialiri arus
listrik akan menyebabkan kedua ujung logam bermuatan listrik.
3
Cara Membuat Magnet

Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri magnet-magnet kecil yang disebut magnet
elementer. Cobalah mengingat kembali teori partikel zat di kelas VII. prinsip membuat
magnet adalah mengubah susunan magnet elementer yang tidak beraturan
menjadi searah dan teratur. Ada tiga cara membuat magnet, yaitu menggosok,
induksi, dan arus listrik.
1. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok
Besi yang semula tidak bersifat magnet, dapat dijadikan magnet. Caranya besi
digosok dengan salah satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat searah agar
magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah
ke satu arah.
2. Membuat Magnet dengan Cara Induksi
1141Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan cara induksi magnet. Besi dan
baja diletakkan di dekat magnet tetap. Magnet elementer yang terdapat pada besi
dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang menyebabkan
letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet
sehingga dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya.
Ujung besi yang berdekatan dengan kutub magnet batang, akan terbentuk kutub
yang selalu berlawanan dengan kutub magnet penginduksi. Apabila kutub utara
magnet batang berdekatan dengan ujung A besi, maka ujung A besi menjadi kutub
selatan dan ujung B besi menjadi kutub utara atau sebaliknya.
3. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik
1162_Selain dengan cara induksi, besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan
arus listrik. Besi dan baja dililiti kawat yang dihu- bungkan dengan baterai.
Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh aliran arus
searah (DC) yang dihasilkan baterai. Hal ini menyebabkan magnet elementer
letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet
dan dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Magnet yang demikian
disebut magnet listrik atau elektromagnet.
Besi yang berujung A dan B dililiti kawat berarus listrik. Kutub magnet yang
terbentuk bergantung pada arah arus ujung kumparan. Jika arah arus berlawanan
jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub utara. Sebaliknya, jika arah
arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub selatan.
Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan atau sebaliknya.
Setelah kita dapat membuat magnet tentu saja ingin menyimpannya. Agar sifat
kemagnetan sebuah magnet dapat tahan lama, maka dalam menyimpan magnet
diperlukan angker (sepotong besi) yang dipasang pada kutub magnet. Pemasangan
angker bertu- juan untuk mengarahkan magnet elementer hingga membentuk rantai
tertutup. Untuk menyimpan dua buah magnet batang diperlukan dua angker yang
dihubungkan dengan dua kutub magnet yang berlawanan. Jika berupa magnet U untuk
menyimpan diperlukan satu angker yang dihubungkan pada kedua kutubnya. 117Kita
sudah mengetahui benda magnetik dapat dijadikan magnet. Sebaliknya magnet juga
dapat dihilangkan kemagnetannya. Bagaimana caranya? Sebuah magnet akan hilang
sifat kemagnetannya jika magnet dipanaskan, dipukul-pukul, dan dialiri arus
listrik bolak-balik. Magnet yang mengalami pemanasan dan pemukulan akan
menyebabkan perubahan susunan magnet elementernya. Akibat pemanasan dan
pemukulan magnet elementer menjadi tidak teratur dan tidak searah. Penggunaan
arus AC menyebabkan arah arus listrik yang selalu berubah-ubah. Perubahan arah
arus listrik memengaruhi letak dan arah magnet elementer. Apabila letak dan
arah magnet elementer berubah, sifat kemagnetannya hilang.
Comments
Post a Comment